Pakar Ingatkan Euforia Kendaraan Listrik Jangan Berhenti di KTT G20

Author:

BeritaSeleb.my.id – Euforia pengembangan kendaraaan listrik atau Electric Vehicle (EV) sangat marak jelang KTT G20 yang lalu. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam upaya menunjukkan kinerja kendaraan listrik yang dianggap sebagai transportasi masa depan.

Mulai touring kendaraan listrik Jakarta – Bali hingga koloborasi riset antara BUMN dengan perguruan tinggi, semua dilakukan. Hal ini demi bisa menunjukan kepada tamu negara yang hadir bahwa Indonesia siap menyambut tren elektrifikasi.

Touring kendaraan listrik ini melibatkan sejumlah produsen kendaraan listrik, seperti DFSK Gelora, Hyundai, Lexus (Toyota), Nissan, Wuling, Fuso, Mistsubishi, Bluebird Grup (BYD). Juga ada dua armada bus listrik disertakan dalam touring ini, yakni Sinar Armada Globalindo (SAG) dan Zhongtong.

Total kendaraan listrik (mobil dan bus) ada 13 unit kendaraan listrik. Selain mobil dan bus, juga diikuti sejumlah sepeda motor listrik, namun untuk perjalanan jarak pendek dan tidak masuk jalan tol.

Bus listrik yang sebenarnya hanya digunakan untuk angkutan perkotaan diuji coba perjalanan antar kota juga bisa berjalan lancar dan selamat sampai tujuan. Selama perjalanan berhenti di tujuh lokasi untuk melakukan pengisian baterai, yakni Rest Area 207 A Cirebon, Semarang, Solo, Rest Area_626 A Madiun, Surabaya, Jember dan Bali.

Melihat hal tersebut, Djoko Setijowarno selaku Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menjelaskan, untuk saat ini, kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh masih terkendala.

Kendalanya adalah masih terbatasnya penyedian insfrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Untuk sementara waktu hanya bisa untuk mobilitas perkotaan, itupun harus sudah siap dulu penyediaan SPKLU di sejumlah tempat yang strategis.

“Bercermin dari Program penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) yang gagal karena minimnya SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas). Hal yang sama jangan sampai terulang kembali jika menganggap kendaraan listrik akan menjadi sarana transportasi di masa depan,” ujarnya kepada BeritaSeleb.my.id.

Namun begitu, dia menyebut kalau tren atau euforia EV ini jangan sampai berhenti di KTT G20 saja. Pada saat KTT G20 sendiri, pemerintah menyiapkan 30 bus listrik berukuran sedang dan satu bus listrik berukuran besar pada KTT G20 tahun ini.

Bus buatan PT INKA dengan operator Perum Damri yang bertugas mengantar para delegasi tamu negara, panitia dan pekerja untuk menuju tempat pertemuan serta tempat menginap mereka di kawasan Nusa Dua.

Mobil listrik untuk pengawalan sebanyak 42 unit dengan merk Hyundai, sedangkan sepeda motor listrik untuk pengawalan sebanyak 126 unit dan sepeda motor listrik untuk penyelamatan sebanyak 84 unit.

“Transportasi menggunakan kendaraaan listrik diharapkan mampu mengatasi krisis energi dan mendukung udara bersih. Perbanyak kota-kota di Indonesia untuk segera membenahi layanan transportasi umum dengan menggunakan bus listrik produksi dalam negeri,” imbuh Djoko.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Rian Alfianto

Sumber:www.jawapos.com