Usai Digunakan Mendukung KTT G20

Author:

BeritaSeleb.my.id – KTT G20 yang digelar di Nusa Dua, Bali dapat dipastikan menyita jutaan pasang mata. Gelaran ini berlangsung tertib, meriah dan diharapkan bisa membawah dampak positif bagi dunia khususnya di sektor perekonomian dan yang paling penting adalah perdamaian.

Gegap gempita KTT G20 juga menjadi ajang unjuk gigi bahwa pemerintah tampaknya tak ingin setengah-setengah dalam menyambut pergelaran bergengsi itu. Selain tata kota yang diperhatikan, mobilitas kendaraan pun demikian.

Selama KTT G20 berlangsung, delegasi, penyelenggara dan tim keamanan baik dari TNI dan Polri menggunakan kendaraan listrik yang diklaim lebih ramah lingkungan. Ratusan mobil listrik, sepeda motor dan ekosistem pendukungnya disiapkan oleh pabrikan-pabrikan otomotif untuk menyukseskan gelaran ini.

Untuk mobil, tampak beberapa nama yang sudah punya kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) seperti Hyundai, Wuling dan Toyota ambil bagian di KTT G20 ini. Sekalian, ajang ini juga bisa memamerkan teknologi mobil listrik mereka secara gratis.

Rampung KTT G20, lantas bagaimana nasib mobil-mobil listrik tadi? Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Setia Utama menjelaskan, setelah gelaran KTT G20 ini selesai, ratusan mobil listrik yang dipakai di KTT G20 ini akan dikembalikan kepada pemiliknya dalam hal ini adalah merek-merek otomotif yang menyumbang.

Dikutip dari tayangan video di akun Youtube Sekretariat Presiden, Setia menjelaskan bahwa mobil-mobil listrik ini adalah sarana show case tidak hanya bagi masyarakat di Indonesia namun bagi tamu negara yang hadir untuk sama-sama pindah ke sarana mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

“Untuk yang digunakan di KTT G20 ini kita utamakan yang punya pabrik di Indonesia, tapi ada juga yang belum tapi bersedia bekerja sama dengan kita untuk meminjamkan mobil, pinjam pakai istilahnya,” terang Setia.

Dirinya menambahkan, selama KTT G20 ini berlangsung, ada 800 lebih mobil listrik yang disiapkan untuk para tamu VVIP. Untuk VVIP disiapkan 844 kalau tidak salah,” lanjut Setia.

Sementara terkait nasibnya, dipastikan dirinya bahwa karena ini merupakan unit pinjam pakai, maka selanjutnya akan dikembalikan kepada pemiliknya. “Karena kita pinjam pakai, ya kita akan kembalikan kepada mereka,” terang Setia.

Apakah kemudian nanti dijual, sambungnya, atau dilelang, hal ini merupakan hak dari masing-masing merek pemilik kendaraan. Tapi yang jelas, mereka sudah menyumbang untuk kita, dipinjamkan, itu sudah memperlihatkan komitmen mereka (terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan),” tandas Setia.

Bicara porsi sumbangan mobil listrik ke KTT G20, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) bisa dibilang yang paling pol-polan di ajang ini. Secara total, Hyundai menyumbang sebanyak 393 kendaraan listrik untuk digunakan para delegasi yang terdiri dari Genesis Electrified G80 dan Hyundai Ioniq 5. (*)

Selepas digunakan di KTT G20, Makmur, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya akan menarik dulu seluruh kendaraan listrik Hyundai yang purnatugas di KTT G20. Namun demikian, langkah selanjutnya masih belum ditetapkan.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Rian Alfianto

Sumber:www.jawapos.com